Carut Marut Proyek Miliyaran Jalan dan Turap di Wilayah Alinda

Bekasi Kota, Journalnasional.com – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi menjadi sorotan tajam oleh Insan Pers terkait pekerjaan Rehabilitasi jalan, di Jalan Raya Alinda, Kelurahan Kaliabang Tengah,Kecamatan Bekasi Utara yang di kerjakan  PT. Mawany Inti Karya dengan kontrak senilai Rp. 9.876.558.000,00.

Dari pantauan banyak Media di Lokasi proyek pekerjaan,bahwa  pengawasan dari DBMSDA sangat minim,sehingga pekerja proyek mengerjakan sesuka hati tanpa mengacu pada kualitas hasil dan mutu pekerjaan, bahkan seolah tidak memperdulikan keselamatan bekerja.saat di konfirmasi kepada sejumlah pekerja tukang, sesuai arahan pekerjaan ini harus di kebut, bahkan kerja lumbur pun kami sangat siap dan kami laksanakan, yang penting di bayar,’’tegasnya.Sabtu (18/10/25).

Masih dengan pantauan Media, untuk di ketahui public bahwa Proyek Rehabilitasi jalan, di Jalan Raya Alinda, Kelurahan Kaliabang Tengah,Kecamatan Bekasi Utara sebagaimana tertulis di papan proyek adalah untuk pengerjaan Pengecoran jalan dan pekerjaan turap, yang mana bahwa pekerjaan tersebut merupakan program prioritas Pemerintah Kota Bekasi melalui DBMSDA sebagai Pengguna Anggaran.

Tidak tinggal diam terhadap situasi pekerjaan proyek, Insan Pers menghubungi Ketua umum Lembaga Pencegahan Korupsi Anggaran Pemerintah Republik Indonesia (PKAP RI),Tomu U Silaen melalui telepon genggamnya mengatakan, bahwa pekerjaan rehabitasi jalan alinda dan pekerjaan turap masuk dalam agenda prioritas PKAP RI, mengawal serta memonitor dan sampai pada proses akhir kontrak kerja yag di sepakati bersama oleh pihak kontraktor pelaksana dan pihak DBMSDA. Kami ingin mengajak semua Insan pers Kota Bekasi dan warga sekitar lingkungan proyek ikut serta mengawal proyek tersebut agar penggunaan serta pelaksanaan anggaran tepat guna dan sasaran sesuai rancangan Anggaran Biaya (RAB),’’tegasnya. Selasa(21/10/25).

”Sangat di ragukan bahkan di curigai bahwa pelaksanaan anggaran pekerjaan tersebut akan menjadi sorotan public secara nasional, bagaimana tidak menjadi sorotan nasional, anggaran proyek milyaran namun pekerjaan asal asalan, kami telah kawal sejak 20 September lalu,pemasangan turap asal jadi, mulai dari pekerjaan awal, pekerjaan pondasi turap tidak menyedot air dahulu tidak ada pompa pengisap air, pemasangan batu, bingung batu apa yang di pasang, batu kali atau batu gunung, atau batu-batuan alias asal batu. Demikian juga pasir asal ada, saya sudah perhatikan sejak kami monitor, pasir yang ada banyak bercampur tanah. Termasuk juga pemasangan pembesian sangat tidak professional, menurut saya semua terjadi karena kurangnya pengawasan dari pelaksana teknis atau PPTK, saya curiga ada upaya pembiaran atau mungkin kelalaian oleh oknum tertentu. Intinya jika material utama pada proyek tidak sesuai standar maka hasilnya tidak akan maksimal.

Masih dengan Silaen sapaan akrabnya mengatakan hal serupa, terkait pengecoran jalan, agar hasil pengecoran jalan kualifaid seharusnya sebelum plastic di gelar di lakukan pembersihan awal dulu,perhatikan struktur jalan yang akan di cor apakah miring,datar,berlubang atau bergelombang,nah.. kalau miring berlubang dan bergelombang seharusnya di ratakan dulu dengan batu sirtu (pasir batu) setelah itu gelar plastic alas, ini ilmu dasar loh, artinya anak SMP pun tau tidak harus ahli kontruksi, tapi itu tidak di lakukan oleh kontraktor pelaksana sehingga hasil pengecoran jalan tidak sempurna bahkan sudah retak,”Ungkap Silaen.

LSM PKAP RI sangat menyesalkan pihak DBMSDA terkait kualitas pekerjaan jalan Alinda yang di perkirakan tidak akan lama lagi selesai, seolah olah proyek pekerjaan sudah sesuai perencanaan. Saya tegaskan Idi Sutanto sebagai plt kadis DBMSDA harus bertanggungjawab terhadap pelaksanaan anggaran rehabilitasi jalan alinda. Sumber anggaran pekerjaan itu jelas dari Uang rakyat , jadi satu rupiah pun tidak boleh di korupsi.

Kami perlu sampaikan juga kepada teman teman Insan Pers, guna tertibnya pengelolaan anggaran proyek di DBMSDA Kota Bekasi selain daripada Pekerjaan rehabilitasi jalan alinda, LSM PKAP RI juga memantau pekerjaan proyek dengan skala anggaran besar di DBMSDA dan Disperkimtan dan tindak lanjutnya kepada pihak berwenang. tutupnya. // Yosep

Proyek Pengaspalan Mubajir ?

Bekasi kota, Journalnasional.com –Proyek Pengaspalan RT 02/04 Mustika Sari Kecamatan Mustika Jaya di Duga Mubajir. Pasal nya Proyek yang di Aspal pada Tanggal 19 jam 1 Siang Tahun 2025 pada Hari Minggu.

Diwilayah  Tersebut Rawan Banjir. Karna Tidak Ada Saluran Pembuangan Kiri kanan. Kalau Turun Hujan, Sampai Semata Kaki. Serta, surutnya cukup lama. Yakni,  5 Jam  Kata nara  Sumber  yang Tidak Mau di sebutkan Namannya ketika di Konfirmasi awak Media.

Jadi,  Sia-sia Pengaspalan nya. Dugaan Kesimpulan nya aspal Akan Terkelupas kalau Terendam air lama. Dan Buang-buang uang Negara

Pengamatan Journalnasional.com  Proyek Pengaspalan tersebut Tidak Ada Pengawasan dari Konsultan Pengawas dan dan Dinas terkait. Lebih ironis,  Papan Nama Tidak Kelihatan terpasang.

Sebagai Informasi,  Pada Saat Usulan Proyek  Pengaspalan diwilayah Tersebut akan di Musrembangkan ketingkat kelurahan dan Kecamatan Dengan Di Hadiri SKPD Terkait. Hingga pengesahaan sampai ke DPRD Kota Bekasi, Hingga Propinsi. Harusnya Team Pemberi Usulan Kroscek Wilayah itu.  Banjir atau Tidak. // Yosep

 

 

GRIB Jaya Kota Bekasi Demo diKantor Kejari Bekasi

Bekasi kota, Journalnasional.com Ratusan anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Bekasi mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi, Kamis (16/10/2025).

GRIB Jaya Kota Bekasi menuntut agar aparat penegak hukum mengusut dugaan korupsi dalam proyek pengadaan mobil ambulans jenazah di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi tahun anggaran 2024.

Orasi berlangsung tertib. Koordinator GRIB Jaya Kota Bekasi, Ahmad Sumantri, menyampaikan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dalam proyek pengadaan 43 unit mobil ambulans jenazah jenis Suzuki APV tipe GL senilai Rp13,4 miliar.

Kegiatan Proyek tersebut disebut menggunakan skema e-katalog dengan penyedia jasa PT Sukses Senang Makmur (SSM)

“Masalahnya, perusahaan penyedia PT SSM tidak terdaftar aktif sebagai penyedia ambulans jenazah di e-katalog LKPP saat pengadaan dilakukan,” ujar Ahmad dalam orasinya.

Di duga keberadaan alamat kantor PT SSM yang  fiktif. Bahkan, “Alamat kantornya tidak jelas, dan tidak ditemukan secara fisik. Kami sudah coba telusuri tapi nihil,” sindirnya.

Ahmad juga menilai harga satuan kendaraan dalam proyek tersebut tidak wajar.

“Selisihnya hampir Rp55 juta per unit. Kalau dikalikan 43 unit, potensi kerugian negara mencapai lebih dari Rp2,3 miliar,” paparnya.

Atas temuan tersebut, GRIB Jaya menuntut Kejari Kota Bekasi segera membuka penyelidikan.

“Kami meminta Kejaksaan menindaklanjuti dugaan korupsi ini. Jika tidak, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar,” tegas Ahmad menutup pernyataannya.

Pemerintah Kota Bekasi Tangani Longsor di TPA Sumurbatu dan Siapkan Langkah Lanjutan

Bekasi kota, Journalnasional.com-Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak cepat menangani longsor di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu yang terjadi dua hari lalu (7/10) akibat kondisi TPA yang melebihi kapasitas. DLH menurunkan alat berat untuk merapikan dan menata area terdampak, sehingga kondisi TPA kini aman dan operasional dapat berjalan lancar.

“Sebagai tindak lanjut, kami akan menambah unit alat berat di lokasi longsor untuk mempercepat perapihan dan penataan timbunan sampah, serta memperkuat struktur timbunan agar lebih stabil dan aman,” ungkap Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih.

Selain itu, Pemerintah Kota Bekasi juga mempercepat penyelesaian pembangunan Sanitary Landfill untuk meningkatkan efisiensi operasional TPA dan memperbaiki sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Kota Bekasi juga menjadi salah satu dari 10 kota potensial yang berpartisipasi dalam Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dikelola oleh Danantara.

Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, aman, dan ramah lingkungan untuk menjaga kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat Kota Bekasi.// Tayo

 

Sumber : Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi

 

DLH Kota Bekasi Bersih Kali underpass, Jalan H. Nonon Sonthanie

 

Journalnasional.com Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menunjukkan respons cepat dalam menangani laporan masyarakat mengenai tumpukan sampah di saluran drainase Kali Underpass, Jalan H. Nonon Sonthanie, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Aduan yang sempat viral di media sosial ini langsung ditindaklanjuti dalam waktu kurang dari 24 jam.

Laporan awal diketahui pada Minggu (28/09/2025) melalui unggahan akun Instagram @infobekasi dan @pasukankatak. Seorang warganet dengan akun fcy mengunggah kondisi penumpukan sampah yang mengganggu aliran air. Warga pun khawatir kondisi tersebut dapat menimbulkan bau tidak sedap hingga potensi banjir.

Menanggapi laporan tersebut, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, pada Senin pagi (29/09/2025) langsung menginstruksikan Pasukan Katak Orange bersama UPTD Kebersihan Kecamatan Bekasi Timur untuk melakukan aksi pembersihan di lokasi.

Tim lapangan segera bergerak dengan peralatan lengkap untuk mengangkat sampah yang menumpuk di sekitar saluran underpass. Dalam prosesnya, petugas mengangkut sampah organik maupun anorganik yang terbawa aliran air dan menumpuk di area drainase.

Kiswatiningsih menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk selalu menanggapi aduan masyarakat dengan cepat. Menurutnya, kebersihan drainase merupakan kunci untuk mencegah terjadinya banjir, terutama di musim hujan.

“Kami berkomitmen merespon cepat setiap aduan masyarakat. Aksi ini adalah wujud nyata upaya menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan bebas dari potensi banjir akibat saluran air tersumbat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, kehadiran Pasukan Katak Orange yang turun langsung ke lapangan adalah bukti nyata kerja kolaboratif dalam menangani persoalan sampah. “Kami ingin masyarakat merasa didengar dan dilayani. Setiap aduan adalah prioritas,” tambahnya.

Selain melakukan pembersihan, DLH Kota Bekasi juga melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan saluran tetap lancar. Petugas akan rutin mengecek area rawan penumpukan sampah agar persoalan serupa tidak terulang.

Namun demikian, Kiswatiningsih mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di saluran air. Sekecil apapun sampah, jika menumpuk, akan berdampak besar,” jelasnya.

Masyarakat juga diharapkan memanfaatkan layanan pengaduan resmi DLH Kota Bekasi apabila menemukan permasalahan kebersihan di lingkungan sekitar. Saluran pengaduan tersebut siap menampung laporan agar segera ditindaklanjuti.

img_68da5764c0d39.webp

Aksi cepat DLH Kota Bekasi ini pun mendapat apresiasi dari warga sekitar. Mereka merasa lega karena tumpukan sampah yang dikhawatirkan dapat menimbulkan banjir kini sudah teratasi.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, persoalan kebersihan dapat lebih mudah diatasi. Hal ini sejalan dengan misi Kota Bekasi sebagai kota yang ramah lingkungan dan nyaman untuk ditinggali.

Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Pembersihan drainase bukan hanya pekerjaan teknis, tetapi juga bagian dari menjaga kualitas hidup warga.

Ke depan, DLH akan terus meningkatkan layanan cepat tanggap dan mendorong kesadaran kolektif warga agar kebersihan menjadi budaya bersama. Dengan begitu, Bekasi dapat terhindar dari banjir sekaligus menjadi kota yang lebih sehat.

Langkah cepat DLH Kota Bekasi dalam merespon aduan masyarakat kali ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara warga dan pemerintah dapat menghadirkan solusi konkret bagi permasalahan lingkungan sehari-hari.// Yosep

 

 

Sumber : Penainsight.com

Proyek Cor Jembatan 8 Sesuai RAB

Bekasi Kota, Journalnasional.com-Proyek Cor Jembatan 8 Rawalumbu Pekerjaan sesuai RAB. Fakta di Lokasi Pengamatan Media Online Journalnasional.com sebelum  pekerjaan Pengecoran Jalan.

Kendaraan Molen Pertama uji tes slump. Bahkan, pekerjaan cor Beton ada Pembesian Melintang dengan Jarak Per-4 Meter terpasang.

Selanjut nya Coran Juga menggunakan Vibrator pada saat cor mulai dituang Ke Area yg Akan di Cor. Agar coran Merata dan padat terisi.

Sementara itu, sebelum di Cor Tanah Yang Labil kupas. Yang Selanjut ditimbun dengan Makadam Batu Pecah Ukuran 5/7 . Kemudian di Giling dengan Mesin Giling Untuk di Padatkan.

Akhirnya, di Timbun dengan Kerikil . Kemudian di Cor, Selesai. Inilah Tata cara Pekerjaan Pengecoran di Jembatan 8 Rawalumbu, Konon Sesuai Dengan RAB ?.//Tayo