SMPN 32 Kota Bekasi diBangun 3 Lantai

Bekasi Kota, Journalnasional.com. –“Terima kasih banyak Pada Pihak Terkait, terlebih Pihak Kontraktor yang Telah Membangun Gedung Sekolah SMPN 32 dengan 3 Lantai dengan 12 Lokal,

“Kata Guru SMPN 32 ketika di Wawancarai Wartawan Journalnasional.com,  Selasa 8 Desember 2025 di Ruang Kantornya.

Menurut Keterangan guru adanya pembangunan Gedung Sekolah SMPN 32 ada 12 Lokal Benar Sangat Membantu.

Karena Kedepannya Siswa SMPN 32 Bisa Bersekolah Pada Pagi Hari,  dan Tidak Masuk sekolah Pagi Dan Siang .

Sebab, Dengan Tebangun 12 Lokal dengan 3 Tingkat dapat Menampung Siswa Lebih Banyak

Perkelas Bisa Menampung Siswa Bersekolah  kurang Lebih 40 siswa. Jadi, Jumlah Total Keseluruhan Siswa Bisa 480 siwa  kedepan gumanya..

Terima kasih tak Terhingga Kepada Pihak Terkait, Terlebih Bapak Kontraktor yg Membangun Gedung Sekolah SMPN 32 Kata nya Mengakhiri Wawancara nya.// Toha

 

 

Turap Milyaran Kali Rawalumbu Ambrol

Bekasi  Kota, Journalnasional.com-Proyek Turap Kali Rawalumbu Ambrol, Padahal Proyek Tersebut  Baru Berumur 2 Bulan Berjalan. Ambrol nya turap sudah 4 Hari, Sejak hari Juma’at  Bulan Desember 2025. Dan Sampai saat  Belum di perbaiki.

Proyek Turap yang Nilai nya Milyaran Menggunakann Anggaran DAU.

Pengamatan Journalnasional.com di Lapangan, Ambrol nya turap Di Karenakan Hujan Cukup Tinggi, Akibat nya Turap Tidak bisa Menahan Berat Beban Air dan Tanah Timbunan di Sisi Turap.

Menurut Sumber yg Tidak Mau di sebutkan Namanya, turap kali Rawalumbu Sesuai RAB. Namun,  Tidak Dengan Timbunan Tanah yg di Timbun Tanah Urugan  di sisi Turap oleh pihak Kontraktor.

Akibatnya  Pada Hujan Turun Deras Tidakj Sanggup  menahan Berat Beban  Tanah . akhirnya  Ambrol Tergerus . // Yosep

Proyek Cor di GTB Retak-retak, SDA kota Bekasi diam

Bekasi Kota, journalnasional.com -Proyek Kegiatan Cor Di Halaman Gedung Tehnik Bersama ( GTB)  JL. Raya Narogong belum di Gunakan untuk sarana Parkir, Sudah Pada Retak2. Selasa 2 November 2025.

Pengamatan Wartawan Journalnasional.com di Lokasi Kegiatan Gedung Tehnik Bersama ( GTB ) membenarkan. Bahwa Coran yg Baru Beberapa di Cor Sudah Pada Retak2.

Sementara Dinas  SDA ketika di Konfirmasi Melalui VIA WA Terkait Coran di Halaman GTB Yang Retak2 Dinas Berulang Kali tidak Merespon. Dugaan Kuat Dinas SDA Terindikasi kuat Ada Pembiaran?….// Yosep

H. Anton Anggota DPRD kota Bekasi: Proyek Turap Ciketing Udik Harus Steril

Bekasi Kota,  Journalnasional.com –Proyek Turap Normalisasi kali Ciketing Udik, Harus Sterilisasi,  Kata H. Anton Anggota DPRD kota Bekasi dari PDIP Ketika di Wawan carai Media Online Journalnasional.com pada Hari Sabtu tanggal 29 November 2025, Jam 15.00 Wib.

Dalam Keterangan H. Anton Anggota DPRD kota Bekasi dengan Tegas membenarkan Menegur Mandor dan Pelaksana Proyek Normalisasi Turap kali Ciketing Udik berulang Kali. Bahkan,  Pelaksana di TLP Via WA. Kegiatan Proyek Turap Harus Benar2 Steril.

“Karena, Kegiatan Proyek Turap Sungai yg Ber-dekatan dengan Stadion Mini Ciketing Udik  terlihat kotor dan Berserakan di Jalan Pintu Masuk”, Guman nya.

Mengingat Besok Ada Kegiatan Pekan Olah Raga Ciketing Udik Yang Akan Berlangsung. Dan Pembukaan Akan Di Hadiri Walikota Bekasi.

oppo_2

Sementara, Jun Sebagai Mandor kegiatan Proyek Turap di Sungai Ciketing Udik Dekat Stadion Mini Ciketing Udik yg Konon Jalan Sangat Kotor Dengan Pasir dan Split.

oppo_2

Jun dengan Sigap   Mengatakan  Akan Secepatnya mem- bersihkan Sebelum Acara Pekan Olah Raga Ciketing  Udik Di Mulai Besok hari. Ketika Di Wawancara  Wartawan Journalnasional.com // Yosep

 

 

Proyek Pengaspalan diperumahan Sari Gaperi Jati Bening Baru Tampa Pengawasan Dan Papan Nama

Bekasi kota, Journalnasional.com-Adanya pekerjaan proyek pengaspalan di komplek Sari Gaperi Jatibening Baru Rt 02 Rw 006 Kelurahan Jatibening Kecamatan Pondok gede Kota Bekasi menimbulkan pertanyaan.

Hasil dari penelusuran awak Media pada saat meninjau pekerjaan proyek tersebut pada hari Selasa 21 Oktober 2025, tidak tampak adanya papanya informasi dan pengawasan dari Dinas atau pun dari Pengawas pekerjaan.

Bukan hanya melanggar undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), tetapi juga bertentangan dengan peraturan presiden (Perpres) No.54 Tahun 2010 dan (Perpres) No.70 Tahun 2012 tentang kewajiban memasang papan nama pada pembangunan proyek yang dananya dibiayai oleh negara melalui Dinas PUPR.

Pada saat di temui selaku Ketua RW 006 ia menerangkan bahwa pekerjaan proyek pengaspalan yang berada di Komplek Sari Gaperi sudah berjalan dua hari.

“pekerjaan ini aspirasi dari Dewan saya mengajukan 1000 meter, dan baru di laksanakan sekarang, kalau untuk papan informasi, kemarin saya sudah bicara sama pelaksana pekerja, Beny Idris tolong pasang papan informasi nya bang, dan saya kira sudah di pasang ternyata tidak ada,” ucapnya.

Ketika di Konfirmasi Via WA sama awak media Tanggal 23 Oktober 2025 terkait Proyek Pengaspalan Tampa Pengawasan dan Papan Nama, Beni Idris Tidak Ada Jawaban alias Diam Diri. Sungguh Ironis.

Miris nya lagi saat di lokasi pekerjaan, lemah nya pengawasan dari Dinas terkait menimbulkan pertanyaan, apakah memang pihak kontraktor dan Dinas BMSDA bermain mata?? atau sama sama saling menutupi.

Proyek pengaspalan tanpa pengawasan dan papan proyek  diduga tidak transparan dan berpotensi melanggar prosedur, ketiadaan papan proyek membuat masyarakat tidak tahu sumber anggaran, nilai proyek dan pelaksanaanya, sementara minimnya pengawasan dapat menyebabkan kualitas pekerjaan buruk(Asal asalan), tidak sesuai spesifikasi, dan cepat rusak, kondisi ini menimbulkan keraguan terhadap pengelolaan anggaran dan berpotensi merugikan keuangan negara. // Yosep

 

 

Carut Marut Proyek Miliyaran Jalan dan Turap di Wilayah Alinda

Bekasi Kota, Journalnasional.com – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi menjadi sorotan tajam oleh Insan Pers terkait pekerjaan Rehabilitasi jalan, di Jalan Raya Alinda, Kelurahan Kaliabang Tengah,Kecamatan Bekasi Utara yang di kerjakan  PT. Mawany Inti Karya dengan kontrak senilai Rp. 9.876.558.000,00.

Dari pantauan banyak Media di Lokasi proyek pekerjaan,bahwa  pengawasan dari DBMSDA sangat minim,sehingga pekerja proyek mengerjakan sesuka hati tanpa mengacu pada kualitas hasil dan mutu pekerjaan, bahkan seolah tidak memperdulikan keselamatan bekerja.saat di konfirmasi kepada sejumlah pekerja tukang, sesuai arahan pekerjaan ini harus di kebut, bahkan kerja lumbur pun kami sangat siap dan kami laksanakan, yang penting di bayar,’’tegasnya.Sabtu (18/10/25).

Masih dengan pantauan Media, untuk di ketahui public bahwa Proyek Rehabilitasi jalan, di Jalan Raya Alinda, Kelurahan Kaliabang Tengah,Kecamatan Bekasi Utara sebagaimana tertulis di papan proyek adalah untuk pengerjaan Pengecoran jalan dan pekerjaan turap, yang mana bahwa pekerjaan tersebut merupakan program prioritas Pemerintah Kota Bekasi melalui DBMSDA sebagai Pengguna Anggaran.

Tidak tinggal diam terhadap situasi pekerjaan proyek, Insan Pers menghubungi Ketua umum Lembaga Pencegahan Korupsi Anggaran Pemerintah Republik Indonesia (PKAP RI),Tomu U Silaen melalui telepon genggamnya mengatakan, bahwa pekerjaan rehabitasi jalan alinda dan pekerjaan turap masuk dalam agenda prioritas PKAP RI, mengawal serta memonitor dan sampai pada proses akhir kontrak kerja yag di sepakati bersama oleh pihak kontraktor pelaksana dan pihak DBMSDA. Kami ingin mengajak semua Insan pers Kota Bekasi dan warga sekitar lingkungan proyek ikut serta mengawal proyek tersebut agar penggunaan serta pelaksanaan anggaran tepat guna dan sasaran sesuai rancangan Anggaran Biaya (RAB),’’tegasnya. Selasa(21/10/25).

”Sangat di ragukan bahkan di curigai bahwa pelaksanaan anggaran pekerjaan tersebut akan menjadi sorotan public secara nasional, bagaimana tidak menjadi sorotan nasional, anggaran proyek milyaran namun pekerjaan asal asalan, kami telah kawal sejak 20 September lalu,pemasangan turap asal jadi, mulai dari pekerjaan awal, pekerjaan pondasi turap tidak menyedot air dahulu tidak ada pompa pengisap air, pemasangan batu, bingung batu apa yang di pasang, batu kali atau batu gunung, atau batu-batuan alias asal batu. Demikian juga pasir asal ada, saya sudah perhatikan sejak kami monitor, pasir yang ada banyak bercampur tanah. Termasuk juga pemasangan pembesian sangat tidak professional, menurut saya semua terjadi karena kurangnya pengawasan dari pelaksana teknis atau PPTK, saya curiga ada upaya pembiaran atau mungkin kelalaian oleh oknum tertentu. Intinya jika material utama pada proyek tidak sesuai standar maka hasilnya tidak akan maksimal.

Masih dengan Silaen sapaan akrabnya mengatakan hal serupa, terkait pengecoran jalan, agar hasil pengecoran jalan kualifaid seharusnya sebelum plastic di gelar di lakukan pembersihan awal dulu,perhatikan struktur jalan yang akan di cor apakah miring,datar,berlubang atau bergelombang,nah.. kalau miring berlubang dan bergelombang seharusnya di ratakan dulu dengan batu sirtu (pasir batu) setelah itu gelar plastic alas, ini ilmu dasar loh, artinya anak SMP pun tau tidak harus ahli kontruksi, tapi itu tidak di lakukan oleh kontraktor pelaksana sehingga hasil pengecoran jalan tidak sempurna bahkan sudah retak,”Ungkap Silaen.

LSM PKAP RI sangat menyesalkan pihak DBMSDA terkait kualitas pekerjaan jalan Alinda yang di perkirakan tidak akan lama lagi selesai, seolah olah proyek pekerjaan sudah sesuai perencanaan. Saya tegaskan Idi Sutanto sebagai plt kadis DBMSDA harus bertanggungjawab terhadap pelaksanaan anggaran rehabilitasi jalan alinda. Sumber anggaran pekerjaan itu jelas dari Uang rakyat , jadi satu rupiah pun tidak boleh di korupsi.

Kami perlu sampaikan juga kepada teman teman Insan Pers, guna tertibnya pengelolaan anggaran proyek di DBMSDA Kota Bekasi selain daripada Pekerjaan rehabilitasi jalan alinda, LSM PKAP RI juga memantau pekerjaan proyek dengan skala anggaran besar di DBMSDA dan Disperkimtan dan tindak lanjutnya kepada pihak berwenang. tutupnya. // Yosep