Viral Foto Ujian TKA di Threads, Pengawas SMA Kristen Barana’ Akui Langgar Tata Tertib

TORAJA UTARA,JOURNALNASIONAL.COM – Panitia Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA Kristen Barana’ menindaklanjuti dugaan pelanggaran tata tertib ujian yang dilakukan seorang pengawas ruang.

Pengawas berinisial nama Nurmiati, S.Pd., Gr., yang berasal dari SMAN 1 Toraja Utara, mengakui telah melakukan pelanggaran tata tertib pelaksanaan TKA.

Dugaan pelanggaran tersebut terjadi saat pelaksanaan TKA ulang di SMA Kristen Barana’ pada Jumat (30/10/2026).

Kasus ini bermula ketika pengawas mengambil foto dari arah belakang peserta ujian.

Dalam foto tersebut, terlihat layar laptop peserta yang menampilkan aplikasi ujian TKA.

Foto itu kemudian diunggah melalui akun media sosial Threads milik pengawas yang bersangkutan.

Unggahan tersebut mencantumkan lokasi “SMAN Kristen Barana’” dengan keterangan “Day 3 mengawas TKA susulan”.

TKA Ulang Dilaksanakan karena Kendala Teknis

Berdasarkan pers rilis panitia, pelaksanaan TKA ulang pada 30 Oktober 2026 dilakukan untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Survei Karakter.

Ujian ulang tersebut merupakan tindak lanjut atas kendala teknis yang terjadi pada Selasa (27/10/2026).

Saat itu, sejumlah peserta TKA Sesi 1 Gelombang 1 mengalami kegagalan ketika melakukan login ke aplikasi ujian.

Pelaksanaan TKA ulang sesi 1 berlangsung di Ruang 3 SMA Kristen Barana’ dengan pengawas silang, Nurmiati, S.Pd., Gr.

Panitia Sebut Tata Tertib Sudah Disampaikan

Panitia TKA SMA Kristen Barana’ menjelaskan bahwa sebelum ujian berlangsung, tata tertib pelaksanaan TKA telah disampaikan kepada seluruh pihak terkait.

Tata tertib bagi pengawas, satuan pendidikan, peserta TKA, proktor, dan teknisi ditempelkan di ruang sekretariat panitia.

Dokumen yang sama juga tersedia di setiap ruang ujian agar dapat dibaca dan menjadi pedoman pelaksanaan.

Panitia turut memberikan arahan sebelum TKA ulang dimulai, khususnya mengenai tanggung jawab dan tata tertib pelaksanaan ujian.

Panitia Lakukan Rapat dan Konfirmasi

Setelah menerima surat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 0487/B/F/HM.00.00/2026 tertanggal 30 Oktober 2026, panitia melakukan sejumlah langkah tindak lanjut.

Surat tersebut diterima panitia pada 1 November 2026 dengan perihal permohonan tindak lanjut dugaan pelanggaran tata tertib TKA jenjang SMA.

Panitia kemudian menggelar rapat bersama kepala SMA Kristen Barana’ untuk membahas dugaan pelanggaran tersebut.

Selain itu, panitia berkomunikasi dengan narahubung yang tercantum dalam surat kementerian, yakni Akmal Jati, guna melakukan konfirmasi.

Panitia juga melakukan konfirmasi langsung kepada pengawas yang bersangkutan.

Dalam komunikasi tersebut, Nurmiati mengakui telah melakukan pelanggaran tata tertib pelaksanaan TKA.

Sebagai tindak lanjut, panitia mengirimkan surat klarifikasi dari pengawas serta surat kronologi kejadian kepada panitia TKA pusat.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas dugaan pelanggaran tata tertib pelaksanaan TKA jenjang SMA di SMA Kristen Barana’. (Press Rilis)

Camat Tomoni Timur Apresiasi Bakti Sosial PDGI Lutim, Dorong Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat

LUWU TIMUR – Camat Tomoni Timur, Yulianus, S.Sos., M.A.P., mengapresiasi kegiatan bakti sosial Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Luwu Timur dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2026 yang digelar di Lapangan Batara Guru, Kecamatan Tomoni Timur, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema Screening Oral dan Deteksi Dini Lesi Prakanker dan Keganasan Rongga Mulut. Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut serta pembagian sikat gigi dan pasta gigi kepada peserta.

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Camat Tomoni Timur  menyampaikan bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Menurut dia, kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut masih perlu ditingkatkan. Salah satu kebiasaan yang sering diabaikan adalah menyikat gigi sebelum tidur malam.

“Biasanya kita kurang memperhatikan kesehatan gigi dan mulut. Setelah makan malam, apalagi selesai bermain handphone, kita langsung tidur tanpa memastikan apakah sudah menyikat gigi atau belum,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan edukasi yang diberikan oleh para dokter gigi dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.

Iapun mengajak aparatur sipil negara (ASN), pemerintah desa, tenaga pendidik, serta seluruh peserta untuk mengikuti penyuluhan yang diberikan PDGI agar pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur, lanjutnya, menyambut baik dan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi PDGI Cabang Luwu Timur yang telah memilih Tomoni Timur sebagai salah satu lokasi pelaksanaan bakti sosial.

Sementara itu Ketua PDGI cabang Luwu Timur drg.Nasruddin Haleke,Sp.Pros mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2026, tetapi juga merupakan upaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi serta melakukan pemeriksaan secara berkala.

” Mewakili seluruh panitia saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur atas dukungan serta antusiasme dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan kegiatan sehingga bakti sosial tersebut dapat terselenggara dengan baik” Kata Nasruddin Haleke (#)

 

Edukasi Masyarakat Tentang Kesehatan Gigi dan Mulut, PDGI Luwu Timur Gelar Bakti Sosial di Tomoni Timur

LUWU TIMUR – Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Luwu Timur menggelar bakti sosial kesehatan gigi dan mulut di Lapangan Batara Guru Kertoraharjo, Kecamatan Tomoni Timur, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan program rutin Sabtu Sehat Juara (SSJ) Kecamatan Tomoni Timur.

Kegiatan tersebut diikuti aparatur sipil negara (ASN), pelajar Madrasah Tsanawiyah Sabili Taqwa Margomulyo, serta unsur pemerintah desa dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi kesehatan gigi dan mulut oleh panitia penyelenggara serta pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut bagi peserta., yang mayoritas adalah pelajar.

Bakti sosial ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2026 dengan mengangkat tema Screening Oral dan Deteksi Dini Lesi Prakanker dan Keganasan Rongga Mulut.

Ketua PDGI Cabang Luwu Timur, drg. Narsuddin Haleke, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2026, tetapi juga merupakan upaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi serta melakukan pemeriksaan secara berkala.

” Mewakili seluruh panitia saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur atas dukungan serta antusiasme dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan kegiatan sehingga bakti sosial tersebut dapat terselenggara dengan baik” Kata Nasruddin Haleke

Sementara itu, Camat Tomoni Timur, Yulius, S.Sos., M.A.P., yang membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan apresiasi kepada PDGI Cabang Luwu Timur karena telah memilih Kecamatan Tomoni Timur sebagai salah satu lokasi pelaksanaan bakti sosial.

Dalam sambutannya,Camat menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut. Menurutnya, persoalan kesehatan gigi kerap kurang mendapat perhatian, terutama dalam kebiasaan menjaga kebersihan gigi sebelum tidur malam.

“Biasanya kita kurang memperhatikan kesehatan gigi dan mulut. Setelah makan malam, apalagi selesai bermain handphone, kita langsung tidur tanpa memastikan apakah sudah menyikat gigi atau belum,” ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan langsung oleh tenaga profesional, masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, termasuk melakukan pemeriksaan secara berkala.

Ia  juga mengajak ASN, tenaga pendidik, pemerintah desa, dan para pelajar untuk mengikuti sosialisasi yang diberikan PDGI agar pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kolaborasi kegiatan bakti sosial PDGI dengan program Sabtu Sehat Juara menjadi kesempatan untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan kepada masyarakat, sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas olahraga dan pemeriksaan kesehatan.

Secara khusus, Camat menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Margomulyo dan Madrasah Tsanawiyah Sabili Taqwa Margomulyo atas dukungan dan fasilitasi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur, lanjutnya, mendukung kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Ia berharap kerja sama antara organisasi profesi kesehatan, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan.

Selain sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, panitia juga membagikan sikat gigi dan pasta gigi gratis kepada peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar, terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut semakin meningkat. Deteksi dini juga diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh. (#)

 

Polsek Tomoni Timur Sambangi SMAN 10 Luwu Timur, Pelajar Diedukasi soal Berita Hoaks dan Knalpot Brong

LUWU TIMUR, Journalnasional — Polsek Tomoni Timur, Polres Luwu Timur, menggelar kegiatan Polisi Peduli Pendidikan melalui program Quick Wins di SMAN 10 Luwu Timur, Desa Kertoraharjo, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, Senin (19/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WITA itu dipimpin Kapolsek Tomoni Timur, IPDA Jefir Alang Ramba, S.Sos. Sejumlah materi disampaikan kepada para pelajar, dengan fokus pada bahaya penyebaran berita bohong atau hoaks serta imbauan untuk menghentikan penggunaan knalpot brong.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diingatkan agar lebih cermat menerima informasi yang beredar di media sosial. Informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya perlu diverifikasi terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada orang lain.

Edukasi ini penting agar pelajar tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan di tengah masyarakat.

Selain persoalan hoaks, penggunaan knalpot brong juga menjadi perhatian. Suara kendaraan yang terlalu bising dapat mengganggu kenyamanan warga dan ketertiban umum.

Para pelajar diimbau untuk menggunakan knalpot sesuai ketentuan serta menaati aturan lalu lintas. Kesadaran tersebut diharapkan tumbuh sejak dini sehingga para siswa dapat menjadi pelopor keselamatan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Kegiatan Polisi Peduli Pendidikan ini turut dihadiri kepala sekolah, para guru, dan siswa-siswi SMAN 10 Luwu Timur.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Tomoni Timur berupaya memperkuat hubungan antara kepolisian dan dunia pendidikan. Sekolah diharapkan menjadi salah satu lingkungan strategis untuk menanamkan kesadaran hukum, membangun karakter disiplin, dan mendorong perilaku positif generasi muda.

Program ini sekaligus menjadi sarana bagi Polri untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara langsung kepada kalangan pelajar. (#)

 

Luar biasa, Kontingen Tomoni Timur Raih Empat Juara di Scout Camp 2026

LUWU TIMUR,JOURNALNASIONAL.COM — Kontingen Gerakan Pramuka Kecamatan Tomoni Timur menorehkan prestasi membanggakan dalam kegiatan Scout Camp 2026 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Luwu Timur. Dengan persiapan yang relatif singkat, kontingen Tomoni Timur berhasil meraih empat prestasi, termasuk dua gelar juara pertama. Rinciannya ; Juara 1 Tapak Tenda Putra, Juara 1 Tapak Tenda Putri, Juara 2 Pentas Seni, serta Juara 3 Pionering Putri.

Dua gelar juara pertama pada kategori tapak tenda menjadi salah satu capaian yang membanggakan. Sementara itu, prestasi pada kategori pentas seni dan pionering putri menunjukkan kemampuan peserta dalam mengembangkan kreativitas, keterampilan teknis, dan kerja sama tim.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Camat Tomoni Timur, Yulianus, S.Sos., M.A.P. Ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta, pelatih, pembina, pengurus Kwartir Ranting (Kwarran), para Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), serta pihak sekolah yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan kontingen.

Camat Tomoni Timur menilai keberhasilan tersebut bukan semata-mata hasil perjuangan peserta di arena perlombaan, melainkan buah dari kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak sejak tahap persiapan.

“Di balik prestasi ini ada tangan-tangan orang hebat di belakangnya. Luar biasa, kalian bisa membanggakan Tomoni Timur,” kata Yulianus.

Menurutnya, waktu persiapan yang relatif singkat tidak menjadi penghalang bagi kontingen untuk meraih hasil membanggakan. Semangat, kedisiplinan, dan kerja sama seluruh unsur menjadi modal penting dalam menghadapi setiap perlombaan.

Ia secara khusus mengapresiasi peran pelatih dan pembina yang telah membekali peserta dengan keterampilan dan kesiapan mental. Dukungan pengurus Kwarran dalam mengoordinasikan kontingen, serta keterlibatan para Mabigus dan pihak sekolah, turut memperkuat proses persiapan tersebut.

Ia pun berharap prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi juga menjadi motivasi untuk meningkatkan pembinaan kepramukaan di sekolah-sekolah serta menumbuhkan karakter mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat gotong royong di kalangan generasi muda.

Sementara itu, Sekretaris Kwarran Tomoni Timur sekaligus Ketua Kontingen, I Wayan Mardinata Umbara, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan kepada peserta, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan Scout Camp 2026.

Ia mengapresiasi kerja sama pelatih, pembina, pengurus Kwarran, para Mabigus, pihak sekolah, serta seluruh pihak yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mendampingi kontingen.

Scout Camp 2026 berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di kawasan Bundaran Batara Guru, Malili, Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan karakter, peningkatan keterampilan kepramukaan, serta pengembangan jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan kebersamaan anggota Pramuka.

Menurut Wayan Mardinata, keberhasilan meraih empat prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama. Dukungan dan pendampingan yang diberikan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta agar mampu mengikuti rangkaian kegiatan dan perlombaan dengan baik.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta yang telah berjuang, menjaga kekompakan, dan menunjukkan semangat selama mengikuti kegiatan. Prestasi yang diraih diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas pembinaan Pramuka di Kecamatan Tomoni Timur.

Keberhasilan kontingen Tomoni Timur dalam Scout Camp 2026 menjadi gambaran pentingnya sinergi antara peserta, pelatih, pembina, pengurus organisasi, pihak sekolah, dan pemerintah dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda.

Keberhasilan ini bukan hanya tentang piala yang dibawa pulang, tetapi juga tentang kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi banyak pihak dalam mengharumkan nama Kecamatan Tomoni Timur. (#)

Liputan : Tim Redaksi

Proyek Cor Jalan Kayu Ringin di Bekasi Dihentikan Sementara, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

BEKASI SELATAN, Journalnasional.com — Pekerjaan pengecoran jalan di kawasan Kayu Ringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dihentikan sementara menyusul adanya pengaduan dari salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) terkait dugaan ketidaksesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis.

Penghentian sementara tersebut dibenarkan oleh Tegar, selaku pelaksana teknis (Peltek) kegiatan, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan dan LSM di ruang kerja Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Selasa (29/9/2026).

Menurut Tegar, penghentian pekerjaan dilakukan setelah adanya pengaduan dari salah satu LSM yang menyoroti dugaan pekerjaan pengecoran jalan tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan.

“Penghentian sementara dilakukan karena ada pengaduan dari salah satu LSM terkait dugaan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi,” demikian keterangan Tegar sebagaimana disampaikan kepada awak media.

Hingga berita ini ditulis, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam keterangan tersebut, aktivitas pengecoran di lokasi belum kembali berjalan.

Tegar juga menyebutkan bahwa pihak DBMSDA telah melayangkan surat teguran kepada pihak pemborong agar melakukan perbaikan terhadap pekerjaan yang menjadi sorotan.

Namun, detail mengenai bagian pekerjaan yang diduga tidak sesuai spesifikasi, hasil pemeriksaan teknis, serta tindak lanjut atas surat teguran tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait.

LSM Minta Evaluasi dan Penindakan

Secara terpisah, perwakilan LSM Gerbang Nusantara meminta agar pekerjaan pengecoran jalan yang diduga tidak sesuai spesifikasi dievaluasi secara menyeluruh.

LSM tersebut juga mendesak Tegar selaku bagian dari tim pengawas kegiatan agar mengambil langkah sesuai kewenangannya terhadap pihak pelaksana apabila ditemukan pelanggaran berdasarkan hasil pemeriksaan.

Menurut perwakilan LSM itu, evaluasi dan penindakan diperlukan untuk memastikan pekerjaan infrastruktur dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, serta standar mutu yang berlaku.

“Jika terbukti tidak sesuai spesifikasi, pekerjaan harus dievaluasi dan pihak yang bertanggung jawab perlu diberikan sanksi sesuai ketentuan agar ada efek jera,” demikian tuntutan yang disampaikan perwakilan LSM Gerbang Nusantara.

Menunggu Penjelasan Pihak Terkait

Penghentian sementara proyek tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan mekanisme pengawasan proyek.

Untuk memastikan persoalan ini secara objektif, diperlukan penjelasan lebih lanjut dari DBMSDA Kota Bekasi dan pihak kontraktor mengenai dasar penghentian pekerjaan, hasil pemeriksaan teknis, serta rencana perbaikan yang akan dilakukan.

Nilai kontrak proyek, sumber anggaran, nama perusahaan pelaksana, dan target penyelesaian pekerjaan juga perlu dikonfirmasi agar informasi mengenai proyek tersebut dapat disampaikan secara lengkap kepada masyarakat.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan mengenai hasil pemeriksaan teknis yang dapat memastikan apakah pekerjaan pengecoran tersebut benar-benar menyimpang dari spesifikasi kontrak.

Yosep Manalu
Journalnasional.com