Toko Obat “Warung Aceh” Jual Pil Koplo?

 

 

Banjarnegara, Journalnasional.com Masyarakat keluhkan keberadaan penjualan obat terlarang seperti Pil Koplo, penjualnya sendiri merupakan asli dari warga Provinsi Aceh.

 

Warung yang dikenal dengan sebutan “Warung Aceh” tersebut, terletak di luar bagian selatan Terminal Induk Banjarnegara Kota, dengan ciri-ciri warung berwarna biru.

 

Dari informasi yang beredar, Warung Aceh tersebut selalu ramai dikunjungi oleh berbagai kelompok usia, terutama remaja, yang datang untuk membeli obat-obatan terlarang pada siang hingga malam hari.

 

Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat, namun juga bisa memicu tindakan negatif dan kenakalan remaja, seperti terlibat dalam tawuran dan kejahatan yang berpotensi merusak moral generasi muda di wilayah Banjarnegara.

 

Seperti diketahui, bahwa penjualan obat-obatan terlarang jelas melanggar Undang-Undang (UUD) Kesehatan, serta dapat dikenai sanksi pidana sesuai hukum yang berlaku.

 

Menurut keterangan dari sejumlah warga sekitar, yang tidak berkenan disebutkan namanya mengatakan, Warung Aceh tersebut diduga sudah beroperasi sekitar satu bulan lamanya.

 

Bahkan, menurut keterangan warga sekitar wanita berbahasa Melayu, dengan wajah menyerupai Arab yang menggunakan mobil Mitsubishi Pajero Hitam dengan Nomor Polisi (Nopol) B. 44. C** tersebut, dimungkinkan merupakan bos besar dari peredaran Pil Aceh.

 

“Kami khawatir, jika hal ini dibiarkan begitu saja bisa merusak moral anak bangsa, khususnya anak-anak remaja di Kabupaten Banjarnegara,” ungkap tegas kepada wartawan, Selasa (8/4/2025).

 

Jadi kami berharap agar penjualan barang-barang haram tersebut dapat segera ditutup, atau masyarakat akan melakukan tindakan yang lebih tegas,” imbuhnya.

 

Warga juga berharap, petugas gabungan Kabupaten Banjarnegara dari Polri, TNI dan dinas terkait dapat menindak tegas dan memberantas Warung Aceh yang menjual obat-obatan terlarang demi menyelamatkan anak-anak muda generasi penerus bangsa Indonesia, jangan sampai masyarakat menilai ada indikasi pembiaran .// Tim

Kapolda DIY Suwondo Nainggolan Diganti, Ini 10 Nama Kapolda Baru

Jakarta, Journalnasional.com– Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi pada 10 jabatan kapolda. Salah satunya Kapolda DIY Irjen Suwondo Nainggolan, mendapuk Brigjen Anggoro Sukartono sebagai Kapolda DIY.

Kadiv Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho, menerangkan mutasi jabatan dilaksanakan sebagai wujud upaya penguatan Polri secara kelembagaan.

Irjen Suwondo akan menjabat sebagai Asisten logistic (Aslog) Kapolri menggantikan Irjen Argo Yuwono.

Sedangkan Kapolda DIY akan diisi Brigjen Anggoro, jebolan Akpol 1994. Dia terakhir kali menjabat Puspaminal Divpropam Polri.

“Bahwa mutasi personel ini dilaksanakan sebagai wujud upaya penguatan kelembagaan dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Polri,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho dalam keterangan tertulis, Rabu (13/3).

Terlebih, kata Sandi, dalam waktu dekat akan dilaksanakan Operasi Ketupat 2025, dalam rangka mengamankan arus mudik Idul Fitri.

Berikut daftar 10 perwira tinggi (pati) Polri yang dimutasi dalam jabatan kapolda:

– Kapolda Bengkulu Brigjen Mardiyon

 – Kapolda DIY Brigjen Anggoro          Sukartono

 -Kapolda Sulsel Irjen Rusdi Hartono-

-Kapolda Jambi Irjen Krisno Halomoan Siregar

– Kapolda Maluku Utara Brigjen Waris Agono

– Kapolda Riau Irjen Hery Herjawan- Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Iwan Kurniawan

– Kapolda Gorontalo Irjen R. Eko Wahyu Prasetyo

– Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto

– Kapolda Kalimantan Timur Brigjen Endar Priantoro.// Tayo

Sumber:

 

Be Times.id//(Ralian)

Bareskrim Polri Berhasil Mengungkap Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan, 9.586 Orang Tersangka di tangkap dan 4,171 Ton Narkotika

Jakarta, Journalnasional.com– Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama jajaran kewilayahan berhasil mengungkap 6.881 kasus tindak pidana narkotika sepanjang periode Januari hingga 27 Februari 2025. Dalam operasi ini, sebanyak 9.586 tersangka diamankan dengan total barang bukti narkotika mencapai 4,171 ton, termasuk sabu, ekstasi, ganja, kokain, dan tembakau sintetis.

Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Wahyu Widada, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi berbagai pihak, termasuk kerja sama dengan Ditjen Bea dan Cukai serta Imigrasi dalam memutus rantai peredaran narkoba.

“Pemberantasan narkoba harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari pemutusan jalur suplai hingga pemberantasan di sisi demand. Kami berkomitmen untuk terus berperang melawan narkotika tanpa kompromi,” tegas Komjen Pol. Wahyu Widada dalam konferensi pers di Jakarta.

Dari total 4,171 ton narkotika yang diamankan, barang bukti terdiri dari:

 

– Ekstasi: 346.959 butir (138,783 kg)

– Ganja: 493 kg

– Kokain: 3,4 kg

– Tembakau gorila (sintetis): 1,6 ton

– Obat keras: 2.199.726 butir (659,917 kg)

Sebagian besar barang bukti telah dimusnahkan, sementara sisanya masih dalam proses hukum.

“Dari total barang bukti yang disita, kami telah menyelamatkan lebih dari 11 juta jiwa dari ancaman narkoba. Ini adalah upaya nyata Polri dalam melindungi generasi bangsa dari bahaya narkotika,” terangya Komjen Pol. Wahyu Widada.

Dalam pengungkapan ini, Bareskrim Polri juga membongkar jaringan narkotika internasional, termasuk sindikat Freddy Pratama yang melibatkan 4 warga negara asing. Barang bukti dari jaringan ini mencakup 35 kg sabu dan 1.015 butir ekstasi.

Beberapa modus operandi yang digunakan para pelaku meliputi:

1. Pengiriman narkoba antar provinsi melalui jalur darat dari Sumatera ke Jawa.

2. Penyelundupan narkotika lewat jalur laut menggunakan kapal dari wilayah Golden Triangle dan Golden Crescent.

3. Pemanfaatan ekspedisi resmi dan metode hand carry untuk menyelundupkan narkoba dari luar negeri.

4. Pembuatan laboratorium clandestine di perumahan mewah dengan keamanan ketat.

“Kami melihat semakin canggihnya cara para pelaku dalam mengedarkan narkoba, termasuk melalui jalur laut dan kargo resmi. Ini menjadi tantangan besar bagi kami untuk terus meningkatkan pengawasan dan penindakan,” Ucapnya Komjen Pol. Wahyu Widada.

Selain menangkap pelaku dan menyita barang bukti narkotika, Bareskrim Polri juga melakukan penyitaan aset terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari bisnis narkoba senilai Rp 853 juta. Sementara itu, nilai total barang bukti narkotika yang berhasil diamankan mencapai Rp2,72 triliun, jelasnya.

Komjen Pol. Wahyu Widada mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam memberantas peredaran narkoba dengan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak kepolisian.

“Narkoba adalah musuh nyata bangsa. Perang melawan narkotika adalah mandat suci bagi seluruh rakyat Indonesia. Mari kita jaga generasi muda agar terhindar dari bahaya narkoba demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Dengan keberhasilan ini, Polri menegaskan komitmennya dalam perang melawan narkoba melalui langkah pencegahan, penegakan hukum yang tegas, serta sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan lembaga terkait. Tayo

Sumber :

 

 

Sindo////Aro Ndraha/red//

 

 

Kapolri Tegaskan Komitmen Polri dalam Pelayanan dan Perlindungan Masyarakat pada Rapim Polri 2025

Jakarta , Journalnasional.com –Dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polri Tahun 2025, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya ketulusan, kerja keras, serta sinergi dalam menjalankan tugas kepolisian. Kapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang terus berkomitmen dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.”Ini bukan pekerjaan mudah, ini butuh ketulusan, ini butuh kerja keras,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya.
Rapim Polri 2025 turut dihadiri berbagai pihak yang berperan dalam mendukung tugas kepolisian. Kapolri mengungkapkan harapannya agar soliditas dan sinergisitas antara institusi kepolisian dan berbagai elemen terkait semakin kuat demi menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia.
‘Semoga soliditas dan sinergisitas kita ke depan akan semakin solid, dan kita semua bersama-sama menjaga institusi yang kita cintai,” tegas Kapolri.Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kapolri dengan Kepala Badan Gizi Nasional dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia.
MoU ini menandai kerja sama strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program kolaboratif antara Polri dan instansi terkait.
Rapim Polri 2025 menjadi momentum penting bagi jajaran kepolisian untuk mengevaluasi capaian dan merancang strategi ke depan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. //Tayo. M
Sumber :
( Ka. Biro Jabodetabek:  Ryo SH )
             Red : GM ., SBN

Demo Guru Honorer di DPR, Polda Metro Jaya Kawal Aksi Berjalan Tertib

Jakarta, Journalnasional.com –Ribuan guru honorer menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, kamis kemarin (30/1/2025). Mereka menuntut pemerintah mengangkat guru yang lolos passing grade 2023 menjadi ASN PPPK.
Polda Metro Jaya menerjunkan personel untuk memastikan jalannya aksi tetap aman dan kondusif. Pengamanan dipimpin langsung oleh Dirbinmas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Harry Muharram Firmansyah.  “Kami pastikan pengamanan berlangsung maksimal agar aksi berjalan tertib dan aspirasi peserta dapat tersampaikan dengan baik,” ujar Kombes Pol Harry.
Aksi dimulai pukul 12.00 WIB dan berlangsung damai tanpa insiden. Para guru honorer menyampaikan tuntutan mereka melalui orasi dan spanduk yang mendukung percepatan pengangkatan guru honorer menjadi ASN.
 Polisi juga mengimbau peserta aksi untuk tetap mematuhi aturan dan menjaga ketertiban selama unjuk rasa.
“Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk tetap tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
Aspirasi bisa disampaikan dengan damai dan tanpa tindakan anarkis,” tambah Kombes Pol Harry.
Hingga sore hari, situasi di sekitar Gedung DPR/MPR terpantau kondusif. Polda Metro Jaya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi. //Ryo. S H// Tayo

Prabowo Perintahkan Aparat Tindak Perusahaan Pelanggar Aturan Pertanahan dan Hutan

Jakarta, Journalnasional.com- Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan aparat penegak hukum untuk menindak perusahaan yang melanggar aturan pertanahan dan hutan.


Hal ini diungkap Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/1/25).

“Saya juga sudah memberi keputusan kepada unsur penegak hukum, Jaksa Agung; BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan); Kapolri dan Panglima TNI untuk menegakkan hukum dan aturan, khususnya bagi perusahaan-perusahaan yang melanggar ketentuan-ketentuan pertanahan dan hutan,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberi perlakuan khusus kepada siapapun. Semua perusahaan, kata Prabowo, harus memenuhi segala aturan yang telah ditetapkan.

“Ketentuan kita harus dipatuhi, tidak ada yang memiliki perlakuan khusus bagi mereka yang sudah diberi kesempatan berkali-kali untuk menyelesaikan kewajiban-kewajibannya,” jelas Prabowo.

“Tidak melakukan, ya, pemerintah akan melaksanakan kewajibannya mencabut izin dan menguasai kembali lahan-lahan tersebut apalagi lahan-lahan itu hutan lindung,” sambungnya.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti kinerja Kabinet Merah Putih setelah berjalan selama tiga bulan.

Ia mengapresiasi upaya para menteri dan wakil menteri menerbitkan kebijakan pro rakyat.

“Saya juga terima kasih tiga bulan kita telah memberi bukti kepada rakyat, kebijakan-kebijakan kita adalah kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat, berpihak kepada kepentingan negara,” tutur Prabowo// Tayo

Sumber Promedia