Bekasi kota, Journalnasional.com- PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi menggelar kegiatan Launching Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW) berbasis pelanggan yang dirangkai
Lutim, Journalnasional.com- Dalam suasana haru, Camat Tomoni Timur, Yulius, melepas secara resmi jenazah Aris, SKM, seorang pegawai Puskesmas Tomoni yang juga sebagai surveilans. Upacara pelepasan jenazah ini dilaksanakan di kediaman almarhum Desa Cedana Hitam, Kecamatan Tomoni Timur, pada Selasa (28/5/2024).
Upacara kepegawaian yang penuh penghormatan ini diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Luwu Timur, bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur. Camat Tomoni Timur bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya almarhum Aris, SKM, sekaligus mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh pihak, terutama rekan kerja almarhum.
“Dengan hadirnya bapak dan ibu semua sebagai rekan kerja selaku Aparatur Sipil Negara (ASN), ini menjadi pertanda bahwa ASN itu kompak dan memiliki jiwa korsa yang tinggi. Semoga kehadiran kita di sini memberikan penguatan kepada keluarga, istri, dan anak-anak almarhum,” kata Yulius dalam sambutannya.
Mantan Sekdis kominfo ini juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan almarhum agar amal kebaikan dan ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. “Kita berdoa kepada Yang Maha Kuasa, kiranya amal kebaikan dan ibadah yang diperbuat oleh almarhum diterima di sisi Allah SWT,” tambahnya.

Almarhum Aris, SKM, dikenal sebagai pegawai negeri sipil (PNS) yang berdedikasi di Puskesmas Tomoni Timur. Selama 30 tahun, ia mengabdikan diri sebagai surveilans, memberikan kontribusi penting dalam bidang kesehatan masyarakat.
“Semoga kerja keras dan keteladanan almarhum bisa menjadi motivasi sekaligus contoh bagi kita, PNS yang masih hidup dan melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat,” ujar Yulius menutup sambutannya.
Upacara pelepasan jenazah ini dihadiri oleh berbagai stake holder, diantaranya Kadis Kesehatan diwakili Sekretaris Dinkes Andi Tulleng, Kabid Pengadaan, Pemberhentian,Kinerja dan Informasi Kepegawaian (PPK INKA),Andi Irfan, rekan kerja almarhum ,serta kerabat almarhum, yang semuanya hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Aris, SKM.
Upacara kepegawaian ini menjadi simbol penghargaan dan pengakuan atas pengabdian dan jasa almarhum selama bertugas sebagai abdi negara. /ikp-humas/kominfo-sp// Tayo
Lutim, Journalnasional.com- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Luwu Timur melakukan Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahap I Tingkat Kabupaten Lutim Tahun 2024 di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Lutim, Senin (20/05/2024).
Kegiatan yang buka oleh Asisten Administrasi Umum, Nursih Hariani didampingi Sekretaris DP2KB, I Dewa Putu Alit, juga dihadiri para Kepala OPD, Tim Pakar Stunting selaku narasumber, Ketua Baznas Lutim, Rumah Sakit PT. Vale Indonesia, para Kepala Desa, para Tenaga Nutrisionis Puskesmas dan para Satgas Stunting Lutim.
Nursih Hariani mengatakan, permasalahan stunting merupakan salah satu masalah kesehatan juga menjadi perhatian dunia yang dibuktikan dengan adanya target penurunan stunting tahun 2025.
“Ini penting karena permasalahan gizi kurang maupun gizi lebih dalam hal ini obesitas yang cukup menarik untuk dibahas, sehingga percepatan penurunan stunting di Luwu Timur bukan hanya tugas liding sektor kesehatan tetapi menjadi tugas stakeholder lainnya atau dengan kata lain kolaborasi berbagai pihak yang menjadi kunci untuk memastikan konvergensi antar program hingga ketingkat desa maupun kelurahan,” jelas Nursih Hariani.
Upaya tersebut kata Nursih, tidak bisa hanya dilakukan unsur pemerintah kabupaten tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, media, swasta, lembaga swadaya masyarakat dan mitra pembangunan.

“Hasil diseminasi hari ini diharapkan menjadi bahan penyusunan program khususnya dalam upaya kita bersama dalam menurunkan sunting di Kabupaten Luwu Timur,” harapnya.
Sekretaris DP2KB, I Dewa Putu Alit mengatakan, pemerintah indonesia telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional.
I Dewa Putu Alit mengungkapkan, komitmen ini terwujud dalam masuknya stunting ke dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2020 sampai tahun 2024 dengan target yang cukup signifikan.
“Dari kondisi prevalensi stunting nasional yaitu 21,5% pada tahun 2023, diharapkan menjadi 14% pada akhir tahun 2024,” terang I Dewa Putu Alit.
I Dewa Putu Alit menjelaskan, strategi percepatan penurunan stunting dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan prioritas rencana aksi salah satunya adalah melakukan audit kasus stunting yang telah dilakukan tim pakar stunting.
“Hal ini diperlukan untuk mencari penyebab terjadinya kasus stunting disetiap wilayah sebagai upaya pencegahan terjadinya kasus serupa,” tutupnya. /dew/ikp-humas/kominfo-sp/ Tayo