Lantik 1.999 Perwira Pertama, Wakapolri: Jadilah pemimpin yang bertakwa dan menjadi solusi bagi masyarakat

Jakarta Pusat , Journalnasional.com -Wakapolri Komjen Pol Agus Andrianto didampingi Kalemdiklat Polri, Komjen Pol Purwadi Arianto, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol Dedi Prasetyo, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Akhmad Wiyagus dan sejumlah Pejabat Utama Mabes Polri menghadiri upacara  penutupan dan pelantikan 1.999 perwira Polri Sekolah Inspektur Polisi Resimen Laksamana Satya Prakasa angkatan ke 53 gelombang I tahun anggaran 2024.
Upacara dilaksanakan di Lapangan Soetadi Ronodipuro Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Jawa Barat, hari kamis (15/08/24).
Wakapolri yang bertindak sebagai inspektur upacara di kesempatan ini membacakan amanat Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Kapolri mengucapkan selamat kepada para perwira yang baru dilantik dan berharap para perwira bisa mengemban tanggungjawab sebagai pemimpin yang membimbing anggota dan mengayomi masyarakat.
Di tengah krisis dan tantangan global, para perwira dituntut untuk siap dan mampu memainkan peran dalam berbagai situasi guna mendukung visi nasional mewujudkan Indonesia emas 2045. Komjen Pol Agus Andrianto mengingatkan para perwira bahwa pelantikan ini bukan akhir tapi merupakan awal perjuangan pengabdian kepada masyarakat dan negara.
“Jadilah perwira yg mengabdi pada hukum dan bertakwa, menjunjung nilai kemanusiaan dan kode etik, menjalankan tugas untuk kemajuan masyarakat dan negara, menjadi bagian dari solusi, serta adaptif dan mampu menjalankan tugas kepolisian dengan humanis dan akuntabel, “tutup Wakapolri dalam sambutannya.
Wakapolri juga mengingatkan para Perwira agar ikut meningkatkan sinergitas TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sebelum pelantikan, 1.999 perwira pertama ini telah menyelesaikan pendidikan selama empat bulan.
Setelah dilantik mereka langsung mendapat penempatan tugas. Sebagian besar para perwira pertama ini akan dikembalikan ke Polda asal pengiriman.
Asisten Kapolri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan selain mendukung visi Indonesia emas 2045, Polri memiliki tanggungjawab mengamankan berbagai agenda nasional.
“Yang terdekat ini adalah mengawal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah serentak.
Ini adalah bentuk kontribusi Polri mengawal proses demokrasi Indonesia. Kami berharap para perwira bisa ikut membantu kelancaran dan menjaga kamtibmas di wilayah masing-masing, “ujar Irjen Pol Dedi Prasetyo.
Usai upacara pelantikan, para Perwira mendapat ucapan selamat dari keluarga masing-masing yang ikut menyaksikan jalannya kegiatan.// Ryo . S.H // Tayo

Jangan Kepentingan Se-Saat Ideologi Pancasila di Abaikan

“Kehancuran NKRI didepan mata”; Pilkada serentak 2024 khususnya untuk propinsi DKI Jakarta, Kota Depok dan Kota Bekasi; jangan karena kepentingan sesaat Ideologi Pancasila diabaikan*
By Noor Fatah (Ketua LSM Garda Bekasi 1 RI)

Mencermati dinamika politik terutama di DKI Jakarta, Depok dan Bekasi pasca Pilpres dan Pileg 2024 kemarin

Perolehan suara PKS terutama di Propinsi DKI Jakarta, Kota Depok dan Kota Bekasi unggul; karena figur calon Wakil Presiden Muhaimin Iskandar dari PKB, dimana massa Nahdliyin (NU) di wilayah Jabodetabek beralih pilihannya ke PKS, sehingga PKS sangat diuntungkan dlm perolehan suara Pileg 2024

Faktor yg sangat berpengaruh adalah, spirit warga NU memenangkan Muhaimin Iskandar sebagai warga Nahdliyin (Pilpres 2024), berdampak besar atas perolehan suara baik PKB maupun PKS (Pileg 2024); sehingga, dua partai tersebut lolos Parliamentary threshold 4 persen (coat tail effect/efek ekor jas)

Itulah salah satu strategi politik partai untuk lolos ke Senayan; untuk Pilpres 2024, suara Koalisi Indonesia Maju (KIM) yg tegak lurus bersama Jokowi dg mengusung Prabowo-Gibran unggul (Jokowi Effect)

Sebenarnya, kemenangan suara PKS di wilayah tersebut, karena murtad-nya sebagian kaum Nahdliyin (NU) dari keyakinan aslinya faham Ahlussunah wal jama’ah berpindah ke partai yg berafiliasi faham Salafi-Wahabi yaitu PKS

PKS beda² tipis dg HTI, meski sudah dibubarkan oleh pemerintah Jokowi berdasarkan Perppu No.2 tahun 2017, tetapi ideologinya masih aktif dan mengakar kuat di sebagian masyarakat kita

PKS, merasa bakal terancam eksistensinya karena berlawanan dg NU (yg Ahlussunah wal jama’ah, Pancasila, UUD 45, kebhinekaan dan NKRI); maka, merubah haluan politiknya menjadi partai yg “rahmatan lil ‘alamin” menyamakan dg partai² Islam yg ada (PKB, PPP, PAN), dg merubah pula lambang dan warna partai (Muktamar PKS 2019, merubah strategi perjuangan/padahal itu cuma kamuflase)

Akan tetapi, ideologinya tetap Khilafah ingin menegakkan Syariat Islam versi Wahabisme; sebagai rukun iman PKS (konsekuensinya akan mengganti Pancasila, UUD’45, Kebhinekaan dan NKRI) suatu saat nanti bila sudah menguasai legislatif maupun eksekutif & pemerintahan daerah

Tumbuh dan berkembangnya dukungan suara PKS dari Pemilu ke Pemilu pasca reformasi, hanya satu resepnya yaitu, “jualan agama” dg pengelolaan pengajian/dakwah yg berjenjang dan sistematis yg tersebar di seluruh lapisan masyarakat

Merebut dan mengelola pemerintahan daerah bukan dg program² strategis memajukan daerah; melainkan lebih banyak program yg bernuansa agama versi Wahabisme; meskipun ada juga hanya untuk kelompok kecil mereka bukan untuk masyarakat luas (eksklusivitas); terbukti, secara empiris Pemda yg dipimpin oleh kader² PKS, pembangunan daerahnya tertinggal, yg ada sarat konflik SARA, & praktis menjadi kota intoleran (contoh Propinsi DKI Jakarta jaman Anies, Jabar jaman Aher & Kota Depok)

Pengkaderan PKS menggunakan sistem “Liqo” (semacam pengajian yg berjenjang dg ketaatan mutlak terhadap pemimpinnya disebut Murobi); PKS dianggap berhasil dlm kaderisasi secara TSM (mencetak kader taklid buta terhadap imam-nya berfaham Salafi-Wahabi)

Ciri khas tipikal orang² HTI maupun orang² PKS; sifatnya eksklusif (tertutup dan agak aneh penampilannya); seperti berjidat hitam, berjenggot dan memakai celana cingkrang untuk laki²; untuk wanitanya, berjilbab besar dan suka memakai cadar, seperti ninja cuma matanya saja yg kelihatan (busana Arab gunung)

Orientasi dan tujuan kepemimpinan kader² PKS dari Sabang sampai Merauke sama yaitu, mempersiapkan segala sesuatunya untuk tegaknya Khilafah di Republik ini

Perilaku orang² HTI ini persis sama dg para pelaku tindak pidana terorisme yg tertangkap tangan diberbagai daerah di Indonesia; setelah diperiksa dan ditracing ternyata pelaku extra ordinary crime ini berafiliasi dg HTI/kelompok Islam garis keras lainnya yg ingin menegakkan Khilafah (sumber BNPT)

PKS & HTI setali tiga uang; PKS mentornya HTI; ideologi-nya transnasional (Ikhwanul Muslimin-Mesir); menegakkan Khilafah dg ciri khas gerakannya intoleran & memaksakan kehendak, radikalisme/fundamentalisme, merasa keyakinannya yg paling benar dan yg tidak sepaham dg keyakinan mereka darahnya halal (bahaya laten seperti PKI)

Geopolitik global, organisasi HTI dg PKS manhaj politiknya berpotensi membuat kegaduhan di NKRI karena ingin mengganti ideologi Pancasila yg syah dg Khilafah (ideologi transnasional), makanya oleh Presiden Jokowi dibubarkan; fakta membuktikan fenomena Arab Spring (musim semi Arab) kekacauan & perang saudara di negara² seperti Tunisia (Afrika) merambah ke Mesir, Lybia dan Suriah (Arab), suatu bukti konflik sesama anak bangsa di dunia Arab menggunakan idiom agama (Anies Pilkada DKI Jakarta 2017 menang karena politisasi agama, kajian Lemhannas)

Ala qulli hal, terindikasi PKS ini benalu yg akan mengoyak keutuhan NKRI dg menciptakan perang asimetris (sesama anak bangsa berkonflik karena berbeda keyakinan); ideologi itu bersemayam kuat didalam hati

Waspadalah,
NKRI terancam
bila kaum Nasionalis, Islam moderat & TNI/Polri lengah

Wallahul muwaffiq Ila aqwamith thoriq
Wama taufiqi ila billa alaihit tawakaltu wa ilaihi unib.

Pesan Kapolri dan Panglima TNI kepada Capaja TNI-Polri

Jakarta, Journalnasional.com –Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan pembekalan kepada Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI dan Polri di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2024).
Kapolri dalam kesempatan kali ini menekankan agar capaja menjadi perwira yang Presisi (Predektif, responsibilitas, transparan, dan berkeadilan).
Perwira sejati yang dapat diandalkan untuk bangsa dan negara Republik Indonesia.
Kapolri meminta capaja mampu untuk ikut serta menjaga tumbuhnya perekonomian nasional. Selain itu harus mampu menjaga keamanan event berskala internasional yang diselenggarakan di Indonesia.
Capaja juga diingatkan untuk siap dalam menangani berbagai bencana alam , Agar memberikan rasa aman nyaman dalam membantu masyarakat yang terkena dampak bencana alam.
Lebih lanjut, Kapolri meminta capaja siap mengamankan wilayah batas negara baik di darat laut dan udara. Termasuk penanganan kelompok bersenjata di Papua.
Kapolri juga mengingatkan pentingnya sinergitas TNI-Polri sebagai merupakan kunci menjaga persatuan dan kesatuan di Indonesia.
Keimanan terhadap Tuhan harus dipedomani dan dijalankan dalam melaksanakan tugas untuk mengabdi di masyarakat.
Kembangkan diri sendiri untuk menuju personel yang berprestasi.
Kapolri menekankan agar capaja menjadi perwira yang senantiasa siap memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara dengan sepenuh jiwa raga dan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta ketulusan.
Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI berpesan untuk selalu melaksanakan sinergitas dalam tugasnya dimasyarakat.
Termasuk dalam pengamanan Pilkada agar berjalan aman dan lancar di wilayah seluruh Indonesia.
 Panglima TNI menekankan agar perwira menjunjung TNI Prima (profesional, responsif, integratif, modern, adaptif).
Perwira diminta untuk menjadi agen perubahan, penjaga nilai budi luhur, penerus bangsa, pengontrol sosial, perwira berkarakter.
Panglima berpesan kepada perwira agar senantiasa berdoa, ikhlas dalam menjalankan tugas dan selalu belajar , Senantiasa berbuat baik kepada sesama dan menghormati orang tua.// Ryo SH// TAYO

Polda Metro Jaya Gagalkan Transaksi Sabu Seberat 45 Kg, Satu Kurir Ditangkap

Tangerang, Journalnasional.com –Ditresnarkoba Polda Metro Jaya telah berhasil meringkus satu orang kurir berinisial AS yang membawa narkotika jenis sabu seberat 45 Kg yang dikemas kantung teh cina dan akan diserahkan kepada pemesan.
“AS diamankan Di sekitar halaman parkir RS daerah Jakarta Selatan pada saat akan melakukan transaksi” ucap Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Donald Parlaungan Simanjuntak. Kamis (4/7/2024).
Donald menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diterima Subdit 1 melakukan pendalaman terkait dengan informasi adanya seseorang yang akan transaksi sabu.Kemudian pukul 09.30 WIB tadi Polisi yang sudah mengawasi area parkiran RS daerah Selatan.
Dilihat seseorang mencurigakan berada di dalam mobil.“Setelah itu dilakukan pengecekan oleh anggota yang menurut tim sangat dicurigai akan melakukan transaksi narkoba,” Ucapnya.
Tas berisi 45 Kilogram sabu diangkut naik mobil oleh AS.
Kepada Polisi ia mengaku sabu yang sudah dikemas mirip paket.”Barang bukti di Tangsel, kita menemukan sebanyak 45 bungkus sabu atau setara dengan 45 Kilogram, yang dikemas dalam bungkusan teh di wilayah Bintaro, Tangerang Selatan di dalam satu mobil yang terparkir,” Jelasnya.
Berdasarkan pengakuan kurir, barang haram tersebut berasal dari wilayah Palembang, Sumatra Selatan. “Peredarannya akan dikirim ke Jakarta dan sekitarnya, tapi masih di dalami lagi.
Kalau pengakuan sementara ini berasal dari Palembang, tapi masih kita dalami,” Katanya. Donald menambahkan, sebanyak 45 Kilogram sabu yang berhasil disita itu, ditaksir nilainya sebesar Rp.45 miliar.
Pihaknya pun masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait jaringan barang haram tersebut.”Ini informasinya masih didalami, setelah tadi ditangkap tersangka dan sita barang bukti.
Ini diduga barangnya berasal dari salah satu TKP yang ada di seputaran sini (Tangsel),” JelasnyaSaat ini pihaknya terus melakukan pengembangan terkait kasus tersebut.// Ryo S.H // Toho

Pemkot Bekasi Gelar Rapat Koordinasi Pasca Penyegelan Perumahan PT. Hadez Graha Utama

KOTA   —    BEKASI, Journalnasional.com
Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Tata Ruang menggelar Rapat Koordinasi Pasca Penyegelan Perumahan PT. Hadez Graha Utama, dihadiri Tim Penertiban Bangunan yang Melanggar Perizinan di Kota Bekasi yang terdiri dari Unsur Polres Metro Bekasi Kota, Unsur Komandan Distrik Militer 0507 Kota Bekasi, Unsur Subdenpom Jaya/2-1 Kota Bekasi, Unsur Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Unsur Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi, Unsur Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Unsur Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Unsur Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bekasi, Unsur Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian Kota Bekasi, Unsur Dinas Perhubungan, Unsur Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Unsur Setda Bagian Humas, Unsur Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi, dan Unsur Kelurahan Jatiasih, Selasa kemarin  02/07/2024.
Rapat dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas Tata Ruang Lintong Dianto Putra untuk membahas perkembangan dan situasi di area perumahan pasca penyegelan yang dilakukan oleh Dinas Tata Ruang Kota Bekasi bersama Tim Penertiban dan Pembongkaran Bangunan pada 04 April 2023 terhadap bangunan PT. Hadez Graha Utama  yang terletak di Jl. Raya Cikunir RT. 001 RW. 013 Kelurahan Jatiasih Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.
Lintong menyampaikan agar menutup akses jalan masuk dan selalu dilaksanakan monitoring di wilayah oleh Perangkat Daerah terkait agar tidak adanya tindakan pencurian maupun perusakan dan memastikan Spanduk /plang Segel tetap terpasang.”Kami mengingatkan kembali kepada  perangkat daerah terkait agar selalu melakukan pemantauan guna menghindari adanya pengrusakan yang berdampak merugikan serta terjadinya pelanggaran hukum” ucap lintong.
Berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 256/Pdt.Sus-PKPU2022/PN.Niaga.Jkt.Pst. 12 Juli 2023 PT. Hadez Graha Utama telah dinyatakan pailit.
Tim Penertiban Bangunan yang Melanggar Perizinan di Kota Bekasi akan menjaga Status Quo Lahan sehingga tidak ada aktivitas apapun di dalam lahan tersebut dengan mengedepankan pendekatan persuasif sehingga dapat menjaga kondusifitas masyarakat.
Adapun unsur samping yang terdiri dari Polres Metro Bekasi Kota (BIMASPOL), Komandan Distrik Militer 0507 Kota Bekasi (BABINSA), Subdenpom Jaya/2-1 dan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi siap menurunkan personel untuk kegiatan yang dimaksud dengan melakukan Monitoring dan Evaluasi setiap I (satu) minggu sekali dan Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan akan melakukan pengawasan setiap hari di malam hari
Sumber : PPID Dinas Tata Ruang Kota Bekasi.
//Mms // Toho
Adv / Humas Kota Bekasi,–

Dibuka Oleh Presiden Jokowi, Pj. Wali Kota Bekasi Hadiri Rakernas Apeksi Ke-XVII

Kota,Balikpapan,Journalnasional.com –Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-XVII yang berpusat di BSSC Dome Kota Balikpapan yang dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Selasa kemarin , (04/06).
Rakernas XVII Apeksi terdiri dari berbagai kegiatan yang sudah digelar semenjak tanggal 1 Juni yang lalu dan akan ditutup pada 6 Juni mendatang.Setelah mengikuti rangkaian acara di hari sebelumnya, Pj. Wali Kota Bekasi Gani Muhamad hadir dalam Pembukaan Rakernas Ke-XVII Apeksi bersama Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Lintong Dianto Putro, Kepala BPKAD Sudarsono, Kepala Bappelitbangda Dinar Faizal Badar, serta Kepala Disdagperin Robet Siagian.
Hadir mendampingi Presiden Jokowi, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian yang pada kesempatan tersebut juga menjadi Keynote Speaker kepada Wali Kota atau Pj. Wali Kota di seluruh Kota se-Inonesia, serta berkesempatan hadir Panglima TNI Agus Subiyanto.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menegaskan pentingnya persiapan yang matang dalam menghadapi tantangan di mana pada tahun 2045 mendatang 70 persen penduduk Indonesia diprediksi akan tinggal di perkotaan.”Sudah sering saya sampaikan bahwa di tahun 2045, 70 persen penduduk kita ini akan ada di perkotaan.
Kalau dunia di tahun 2050? 80 persen penduduk dunia akan di perkotaan. Apa yang akan terjadi? Beban kota akan menjadi sangat berat,” ujar Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa pemerintah ingin menjadikan kota-kota di Indonesia sebagai kota masa depan yang nyaman, layak huni, dan dicintai oleh penduduknya. Di sisi lain, Presiden Jokowi juga menekankan bahwa kota masa depan bukanlah sekadar kota modern dengan gedung pencakar langit yang tinggi, melainkan kota yang ramah terhadap pejalan kaki, penyandang disabilitas, pesepeda, dan lingkungan.
Selain itu, penghijauan kota turut menjadi salah satu fokus utama untuk menciptakan kota yang sejuk dan nyaman.Menanggapi arahan Presiden Joko Widodo, Pj. Wali Kota Bekasi Gani Muhamad menuturkan bahwa, “menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi kami di Kota Bekasi untuk terus berbenah tata ruang agar terciptanya kota sebagai tempat tinggal yang nyaman dan aman, serta berorientasi masa depan dengan semakin lengkapnya fasilitas pelayanan publik yang lengkap,” ucap Gani Muhamad.
Gani Muhamad pun menambahkan, “cita-cita tersebut juga musti berjalan beriringan dengan  meningkatnya kesejahteraan masyarakat, maka dari itu, merupakan peran kami,
Pemerintah untuk melaksanakan program-program terbaik dengan maksimal serta tentunya merata ke seluruh wilayah, untuk itu perlu peran serta dukungan dari masyarakat, harapannya masyarakat senantiasa mendukung kinerja kami untuk kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.
/) PUT // Tayo
Adv / Humas Kota Bekasi,–