Kades Balekembang Terduga Kasus Korupsi 2, 6 Milyar di Ditahan Kejari Lutim

Luwu Timur, Journalnasional.com- Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur resmi menetapkan Kepala Desa (Kades) Balai Kembang, Kecamatan Mangkutana, dengan inisial MAM, sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan APBDes Tahun Anggaran 2022 dan 2023. Nilai kerugian yang menyeret kasus ini senilai Rp2,6 miliar.

Penetapan tersangka ini diumumkan Kejari Luwu Timur melalui siaran pers tertanggal 22 Juli 2025. Tim Penyidik yang dikomandoi Jaksa Bidang Pidana Khusus menemukan sejumlah fakta dugaan penyalahgunaan anggaran dengan modus yang terstruktur dan terencana.

Berdasarkan hasil penyidikan, MAM diduga melakukan sejumlah pelanggaran hukum, di antaranya, pelaksanaan kegiatan APBDes Tahun Anggaran 2022 dan 2023 yang seharusnya dikelola Tim Pelaksana Keuangan Desa (PKD) justru diambil alih sepihak oleh tersangka.
Ketua Divisi Investigasi LHI, Ignatius Roy menyampaikan dukungan penuh atas langkah tegas Kejari Luwu Timur (Lutim) Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam menangani kasus ini.

“Kami mengapresiasi kinerja Kejari Lutim yang telah merespons laporan kami dan masyarakat. Ini bentuk nyata penegakan hukum terhadap oknum yang diduga menyalahgunakan jabatan,” ujarnya.

Ignatius Roy menjelaskan bahwa kasus ini mulai mencuat sejak pertengahan tahun 2024. Masyarakat mulai menunjukkan keresahan atas sejumlah kebijakan dan pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh Kepala Desa Balaikembang, yang dinilai tidak transparan dan menimbulkan banyak pertanyaan.

“Melihat situasi ini, LHI bersama tokoh masyarakat turun langsung melakukan investigasi. Kami (LHI) mengumpulkan bukti-bukti awal dan melaporkannya secara resmi ke Kejari Luwu Timur awal Tahun 2025 agar dilakukan penyelidikan mendalam terhadap Pemdes Balaikembang,” tambahnya.

Adapun hasil temuan penyelidikan diantaranya Penyertaan modal BUMDes Tahun 2022 sebesar ratusan juta rupiah diduga dipinjamkan kepada pihak lain, lalu dikembalikan bukan dalam bentuk uang, tetapi melalui pembelian bahan bangunan untuk mendirikan Cafe & Resto di atas tanah milik keluarga tersangka. Ironisnya, bangunan tersebut bukan aset desa, melainkan milik pribadi tersangka.

Kemudian, pengadaan 2 unit Mini Hand Tractor Tahun 2023 senilai Rp39,45 juta tidak digunakan sesuai peruntukannya.

Lalu, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2023 dan 2024 juga diduga tidak di setor ke rekening desa, melainkan dipakai untuk kepentingan pribadi tersangka

Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Budi Nugraha, S.H., M.H., menegaskan bahwa perbuatan tersangka berpotensi menimbulkan kerugian negara miliaran rupiah.

“Perbuatan ini melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 KUHP,” tegas Budi.

Selain itu, tersangka juga terancam pidana subsider berdasarkan Pasal 3 UU Tipikor. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara kini membayangi MAM.

Kasus ini memicu kemarahan publik. Banyak pihak mengecam dugaan penyelewengan dana desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Alih-alih mensejahterakan warga, dana ratusan juta justru diduga disulap menjadi “bisnis keluarga”.

Langkah cepat pihak kejaksaan pun dinilai sebagai bentuk komitmen dalam menindaklanjuti laporan masyarakat dan menjaga integritas penyelenggaraan pemerintahan desa. // Tayo

 

Sumber: delikkasus86.com

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Lepas Kontingen KORMI Kota Bekasi untuk FORNAS VIII NTB

Bekasi, Journalnasional.com – 21 Juli 2025 – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, secara resmi melepas keberangkatan kontingen KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) Kota Bekasi yang akan berlaga dalam ajang Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII di Provinsi Nusa Tenggara Barat di lapangan Plaza Pemerintah Kota Bekasi.
Sebanyak 73 orang pegiat dari 14 Inorga (Induk Organisasi Olahraga) yang tergabung dalam KORMI Kota Bekasi siap mewakili Jawa Barat dalam ajang yang akan berlangsung pada 25 Juli hingga 1 Agustus 2025. Para pegiat ini terdiri dari berbagai latar belakang dan usia.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada seluruh kontingen.”Untuk seluruh Inorga KORMI, kalian adalah yang terbaik. Bertandinglah dengan fokus dan semangat juang tinggi membawa nama Jawa Barat untuk meraih prestasi di FORNAS VIII NTB dan membawa pulang gelar juara umum.”
Setelah pelepasan, para kontingen juga menerima pengarahan langsung dari Ketua KORMI Kota Bekasi. “Hasil dari latihan selama ini adalah untuk tampil maksimal membawa nama Jawa Barat dan Kota Bekasi di FORNAS VIII NTB. Bawalah nama baik Kota Bekasi dengan semangat dan tunjukkan bahwa kita adalah pegiat olahraga masyarakat yang berkarakter yang baik, menjunjung tinggi sportivitas dan mampu mengharumkan nama Jawa Barat dan Kota Bekasi.” Ujar Wiwiek Hargono
Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) merupakan ajang dua tahunan yang mempertemukan para pegiat olahraga rekreasi dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga perayaan budaya, kreativitas, dan semangat kebugaran masyarakat. //TAYO

Di Ruas jalan Rawalumbu Jembatan O di Tutup, Dishub Terapkan Rekayasa Lalin

Kota Bekasi, Journalnasional.com– Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) akan melakukan perbaikan jalan pada ruas Jembatan Nol, Perumahan Rawalumbu, mulai Kamis, 17 Juli 2025.
Sebagai tindak lanjut atas pekerjaan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi menerapkan rekayasa lalu lintas sementara di kawasan tersebut. Skema rekayasa yang diterapkan yakni perubahan sistem lalu lintas dari satu arah (one way) menjadi dua arah hingga ke Jembatan Satu, Perumahan Rawalumbu.
Mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas akibat peralihan ini, Dishub mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif. Pasalnya, ruas jalan tersebut merupakan jalur padat kendaraan dengan volume tinggi, terutama pada jam-jam sibuk.
“Guna menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan, kami mengimbau masyarakat yang biasa menggunakan akses Jembatan Nol untuk sementara waktu memilih jalur alternatif lainnya,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi.
Sementara itu, menurut informasi dari DBMSDA Kota Bekasi, estimasi waktu pengerjaan perbaikan jalan diperkirakan berlangsung selama 90 hari kalender sejak tanggal dimulainya pekerjaan.// Tayo
Diskominfostandi
Sumber: Dinas Perhubungan Kota Bekasi & Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air.

Warga Desak Pengusutan Tuntas Kasus Penganiayaan oleh Oknum Brimob di Sabbang

Journalnasional.com- Luwu Utara – Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Brimob Batalyon D Pelopor Baebunta di Kecamatan Sabbang, Luwu Utara, menuai desakan keras dari masyarakat. Publik meminta agar penyelidikan terhadap Bripda Vijai dan rekan-rekannya dilakukan secara transparan dan tuntas.

Peristiwa tersebut diduga melibatkan lebih dari satu anggota Brimob dan telah memicu keprihatinan luas di tengah masyarakat. Hingga kini, pihak kepolisian mengaku masih mendalami kasus tersebut dan telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah personel yang terkait.

Sudah ada lima orang saksi dari anggota Brimob Batalyon D Pelopor Baebunta yang diperiksa,” ungkap seorang sumber penyelidikan Polres Luwu Utara atas laporan (CT) tente korba, Selasa (09/07/25).

Meski proses penyelidikan tang lakukan oleh Polres Luwu Utara tengah berlangsung, masyarakat menuntut agar tidak ada upaya perlindungan terhadap pelaku jika terbukti bersalah. Warga Sabbang bersama beberapa tokoh masyarakat telah menyuarakan keprihatinan dan harapan agar aparat hukum bertindak netral dan adil.

Kami butuh keadilan. Jangan sampai karena pelaku berseragam, hukum jadi tumpul ke atas. Korban butuh kejelasan dan pertanggungjawaban,” harap orangtua korban.

Desakan serupa juga datang dari kalangan organisasi sipil yang mendorong Kapolda Sulsel untuk turun tangan langsung dalam penanganan kasus ini, terutama karena menyangkut nama institusi Brimob yang baru saja mengalami pergantian pimpinan.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Komandan Brimob Baebunta maupun pejabat Polda Sulsel mengenai status para terperiksa. Sementara itu, korban dan keluarganya masih menjalani pemulihan dan mendapat pendampingan hukum dari sejumlah pihak.,// Tayo

 

Wawali Harris Bobihoe : Peran Strategis Ponpes Cetak Generasi Muda Cerdas Dan Kompeten

KOTABEKASI – Para tokoh dan jamaah sambut hangat kehadiran Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe saat menghadiri kegiatan Solat Shubuh Keliling (Suling) sekaligus Haul Guru tercinta Almagfuriah abuya KH. Abubakar Jamal, HA ke 27 dan Haul Alm KH. Hairuddin Abubakar ke 9 di Aula Yayasan Al Barokah Jatimakmur, Pondokgede, Kota Bekasi.
Dalam sambutannya Wawali Abdul Harris Bobihoe menyampaikan, Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang mengakar kuat dalam budaya Indonesia, selalu menjadi harapan besar bagi orang tua yang mendambakan anak-anak mereka tumbuh menjadi individu berakhlak mulia dan berilmu pengetahuan tinggi. Keberadaan pesantren tidak hanya penting bagi pendidikan agama, tetapi juga sebagai benteng moral yang mampu menghadapi tantangan zaman modern. 

Wawali Abdul Harris Bobihoe juga menyampaikan pesantren sebagai tempat terbaik untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, kekhawatiran akan lunturnya nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari semakin meningkat. Oleh karena itu, pesantren menjadi pilihan utama sebagai ladang pembibitan generasi muda.

Di pesantren, lanjut Wawali Abdul Harris Bobihoe mengatakan, para generasi muda tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga ilmu-ilmu umum yang penting untuk bekal kehidupan mereka di masa depan. Dengan kurikulum yang seimbang antara pendidikan agama dan umum, pesantren secara konsisten berupaya mencetak generasi yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga cerdas dan kompeten dalam berbagai bidang kehidupan. 

Harapan besar terhadap lembaga pendidik pesantren juga disampaikan oleh orang nomor dua di Kota Bekasi itu ,”
Pesantren sebagai tempat yang ideal untuk membentuk karakter sejak usia muda. Kehidupan di pesantren yang penuh disiplin dan keteraturan diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai seperti kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai ini sangat penting dalam membentuk pribadi yang siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ungkap Wawali Abdul Harris Bobihoe

Wawali Abdul Harris Bobihoe meminta, berbagai bentuk inovasi untuk terus ditingkatkan serta metode pembelajaran modern dapat diintegrasikan dalam kurikulum pesantren, agar pesantren mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lain.

Selain pendidikan, tambah Wawali Abdul Harris Bobihoe menyampaikan, pesantren juga menjadi tempat yang strategis untuk membangun jaringan sosial yang kuat. Anak-anak yang belajar di pesantren berasal dari berbagai daerah dan latar belakang, sehingga memungkinkan mereka untuk berinteraksi dan belajar menghargai perbedaan. Ini merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi kehidupan mereka di masa depan.
Tentunya, lanjut Wawali Abdul Harris Bobihoe sebelum mengakhiri sambutannya, Ia menyampaikan, Di setiap tahunnya Pemerintah Kota Bekasi juga terus menyalurkan bantuan anggaran hibah kepada lembaga Pondok Pesantren sebagai bentuk dukungan serta perhatian pemerintah daerah.
Tampak hadir bersama Wawali Abdul Harris Bobihoe, diantaranya Anggota DPRD Provinsi Jabar G Edwin, Wakil ketua 3 DPRD Kota bekasi ibu Puspa Yani, S. Pd, Ketua fraksi Gerindra Misbahudin, SE ,
Lurah Jatimakmur, Pengasuh Ponpes Al Barokah KH Khairullah. // Tayo
Sumber:
Kominfo Bks Kota

Bupati Irwan Janji Renovasi Asrama Langkanae di Yogyakarta, Mahasiswa : Kami merasa Diperhatikan

Yogyakarta, Journalnasional.com- Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam bersama Ketua TP PKK Lutim, dr. Ani Nurbani Irwan, menyempatkan diri mengunjungi Asrama Putra dan Putri Langkanae milik Pemerintah Kabupaten Luwu Timur di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (12/07/2025).

Kunjungan ini menjadi bukti kepedulian Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terhadap warganya yang sedang menimba ilmu di kota pelajar.

Dengan penuh perhatian, Bupati Irwan meninjau langsung kondisi fisik kedua asrama yang selama ini menjadi tempat tinggal mahasiswa-mahasiswi asal Luwu Timur.

Dari hasil peninjauan, diketahui bahwa beberapa bagian bangunan memerlukan renovasi mendesak. Di antaranya plafon yang mulai ambruk, atap yang kerap bocor saat hujan, hingga fasilitas penting lainnya yang sangat dibutuhkan para mahasiswa untuk menunjang kenyamanan belajar mereka.

“Hari ini saya bersama rombongan dari Pemda Luwu Timur berkunjung ke asrama putra Langkanae yang memang sudah lama berdiri. Kami melihat kondisi bangunannya cukup memprihatinkan dan perlu segera mendapat perhatian dari pemerintah daerah,” ujar Bupati Irwan.

Ia menambahkan, Pemkab Lutim berkomitmen mengalokasikan anggaran pada tahun 2026 untuk merenovasi asrama tersebut.

“Saya sudah minta anak-anak di sini memberikan masukan desain kepada kami. Insya Allah, desain ini akan kami jadikan dasar dalam penganggaran 2026 nanti agar asrama putra dan putri Langkanae bisa diperbaiki dan difungsikan secara maksimal,” tegas Irwan Bachri Syam.

Kunjungan orang nomor satu di Lutim ini mendapat sambutan hangat dari para penghuni asrama.

Joy, salah satu mahasiswi yang tinggal di asrama putri, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian langsung dari Bupati dan istri.

“Kami merasa sangat dihargai dan diperhatikan. Terima kasih Pak Bupati dan Ibu atas kunjungannya,” ujarnya.

Senada dengan Joy, Maya yang juga merupakan mahasiswi asal Lutim berharap agar renovasi dapat segera direalisasikan demi kenyamanan para pelajar.

“Semoga setelah kunjungan ini, asrama kami bisa segera direnovasi agar lebih layak dan nyaman untuk ditinggali,” harapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Lutim turut didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lutim, Muhammad Yusri, Kabag Prokopim, Agus Thobarani, kepala desa, jajaran manajemen PT. Vale Indonesia seperti Endra Kusuma, serta perwakilan dari PT. Luwu Timur Gemilang (Perseroda).//Yericho Mozzes  MM

Sumber:

(rhj/ikp-humas/kominfo-sp